Duhai Istri, Pikniklah!

November 20, 2019


Membaca berita yang lalu lalang di timeline media sosial membuat perasaanku kalang kabut dan dag dig dug tidak karuan. Bukan berita hebohnya sang Capres yang tiba-tiba menjadi menteri di pemerintahan yang kemudian membuat masyarakat melupakan segala pertarungan sengit dan perselisihan hebat yang selama ini terjadi. Bukan itu kawan melainkan berita seorang ibu yang tega membunuh buah hatinya yang tengah lucu-lucunya hanya karena persoalan "sepele", ya sepele menurut mereka yang memandang enteng segala hal dengan ucapan yang juga sepele.

Helloooo... saya menulis ini sembari menengadah menatap cicak-cicak yang berseliweran dilangit-langit rumah, berusaha menahan agar genangan air dipelupuk mata tidak berjatuhan karena saya trauma laptop saya akan banjir air dan tidak bisa dihidupkan kembali, sementara itu laptop limited edition yang sudah tidak beroperasi lagi perusahaannya di negara tercinta ini, ya Sony VAIO saya telah menemui ajalnya dan saya tidak ingin semua itu terulang apalagi lebih berbahaya lagi jikalau banjir airmata, banyak persepsi yang menghampiri. (LOL) :-D

Baiklah, ini jeritan hati atau keinginan. Entahlah yang pasti saya ingin setiap istri di dunia ini selalu lah bahagia. Karena pundak Gebu (ini khusus buat saya yang memiliki porsi badan berlebih) hehehe... Ingatlah "Bahagianya keluarga adalah bahagianya istri" sehingga istrilah yang selalu harus bahagia agar rumah tangga kita pun bahagia.

Duhai istri... bukan mudah memang hidup berdua dengan orang asing yang baru saja kau temui saat usia matangmu. Bertemu dalam jangka waktu yang hanya seberapa lama lalu hidup bersama dan jauh dari keluarga tempatmu bermanja-manja. Saat lafaz sakinah itu berucap, aliran airmata yang menganak bak sungai itu adalah awal perjuanganmu untuk masuk ke petualangan yang bernama keluarga. Welcome to the jungle girls!.

Kau bukan lagi gadis manis di tengah keluargamu namun kau mahkota disamping suamimu, yang harus sedia waktu lebih banyak dari waktu yang kau ketahui selama ini. Ada tugas dan amanah namun bukan paksaan karena kaulah yang menentukan pilihan itu sendiri, saat ayahmu menggenggam jemari sang lelaki itu yang kemudia kau panggil suami ada beban berat disana, atas asma Allah dirimu diserahkan, bukan ayahmu tidak memerlukanmu lagi namun kodratmu membutuhkan pemdamping bernama sang suami.

Duhai Istri, lembut itu bukan berarti kau mudah dijual beli, bukan jua kau mudah diperdaya sana-sini namun juga bukan hanya sebagai hiasan dan kebanggaan semata melainkan kelembutan itu sebagai sayap kiri bagi suamimu yang sejati karena kaupun mampu menyaingi lelaki dalam berbakti. 

Duhai istri, kali ini saya ingin sesenggukan namun tidak bisa karena saya juga seorang istri, saya hanya ingin bilang. Malumu adalah  mahkota yang tidak memerlukan singgasana bak raja tetapi malumu itulah yang berkuasa dalam menjaga diri, nama dan martabatmu sebagai insan yang bernama wanita. karena tiada yang bisa merampasnya dari dirimu kecuali dirimu sendiri yang menyerahkannya,

Duhai Istri, kau harus tegas dan tegak yang kokoh dengan iman dan taqwamu karena ketegasanmu  itu umpama benteng negara dan agama dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya, wahai istri bukankah kau bunga yang terpelihara?!. Jika kau rasa semangatmu kian luruh maka pikniklah, renggangkan sejenak otot-otot dan tulang belulang yang berbelit. Bukankah masalah sepaket dengan solusi?! Mari Tadabburi dalam ayat-ayat kauniyahNya. Mari kita berbicara bersama sang pemilik dunia ini dan isinya, kamu bisa mengadu dan mengeluh sendu dalam sujudmu yang panjang. Menangislah tumpah ruahkan segala kerumitan hidup yang membelit jiwa kepadaNya.

Janganlah kau berputus asa dengan mengambil jalan pintas mengakhiri segalanya karena kau tidak akan merasakan kepahitan demi kepahitan didunia ini, namun sadarkah?! ada alam lain yang menunggu saat ajal itu kau akhiri. 

Karena kau digelar sebagai mutiara dunia, hadirmu melengkapi hubungan manusia. Para adam pun akan sunyi tanpa hadirmu dirimu di sini. 

Bersambung lain waktu, karena mau jemput krucilku dulu ke sekolah ^_^





You Might Also Like

0 Comments

Like us on Facebook