Menuliskan nama orang pakai tinta merah bisa mati? Mitos mengerikan yang dipercayai orang Korea Selatan

January 10, 2020


Pada tahun 1990 an seluruh rapor siswa perempuan, nama siswa tersebut  akan dituliskan dengan tinta warna merah, sedangkan siswa laki-laki dituliskan dengan tinta warna hitam. Perbedaan warna tulisan itu hanya sebagai pertanda jika nama ditulis dengan tinta hitam artinya murid tersebut berjenis kelamin laki-laki namun jika dituliskan dengan tinta warna merah itu menandakan murid tersebut berjenis kelamin perempuan.

Namun lain halnya dengan Korea, di Korea tidak boleh menuliskan nama seseorang menggunakan tinta warna merah. kenapa begitu? karena mitos yang dipercayai oleh masyarakat Korea, jika nama seseorang dituliskan dengan tinta warna merah itu akan membawa kematian bagi sang pemilik nama, hingga saat ini mitos itu masih dipercayai.

Apa itu mitos?

Mitos menurut wikipedia adalah ; berasala dari bahasa Yunani μῦθος— mythos, atau mite (bahasa belanda mythe) yang merupakan bagian dari suatu folklor berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta  (seperti penciptaan dunia dan keberadaan makhluk di dalamnya), serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. 

Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta dan bentuk tofografi, keadaan dunia dan para makhluk penghuninya, deskripsi tentang para makhluk mitologis, dan sebagainya.

Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Pada intinya mitos adalah suatu kepercayaan ringan yang umum dipercayai oleh sebagian masyarakat, walaupun tidak ada dasar ilmiahnya.

Mitos Aneh dan mengerikan yang dipercayai orang Korea Selatan salah satunya adalah tidak boleh menuliskan nama seseorang menggunakan tinta warna merah karena jika ada orang yang menuliskan nama orang menggunakan tinta warna merah maka akan menyebabkan kematian pada sang pemilik nama. Jika berkunjung ke Korea Selatan jangan lakukan itu ya, karena masyarakatnya sangat mempercayai mitos tersebut.

Lalu bagaimana mitos menuliskan mana seseorang dengan tinta warna merah bisa menyebabkan kematian itu bisa terus dianut bahkan hingga jaman modernisasi seperti saat sekarang ini, sebenarnya asal-usul mitosnya ini masih belum jelas berasal darimana karena banyak versi yang menjadi asal muasalnya namun yang paling dipercayai dan memiliki kredibilitas paling tinggi adalah pada zaman penjajahan atau zaman perang sekitar tahun 1950 - 1953.

Pada masa peperangan itu, catatan kemiliteran atau catatan nama para prajurit yang meninggal saat itu akan dicoret menggunakan tinta warna merah sebagai penanda bahwa prajurit tersebut telah gugur. Lalu berita acara kematian prajurit tersebut yang berisi data-data lengkap seperti nama, nomor prajurit dll yang akan diserahkan kepada keluarga, nah pada surat itu nama sang prajurit yang telah gugur tersebut akan dituliskan dengan tinta berwarna merah.

Dari itulah kemudian muncul pandangan, bahwa jika nama seseorang telah dituliskan dengan tinta warna merah itu artinya seseorang itu telah mati atau meninggal. Lebih tepatnya nama orang mati/meninggal ditulis dengan tinta warna merah. Pandangan itu kemudian berkembang jadi kepercayaan yang sedikit mengerikan menuliskan nama seseorang dengan tinta merah adalah kutukan atau seseorang tersebut akan mati karena hanya nama orang mati yang ditulis warna merah.

Meski saat sekarang ini mayoritas penduduknya tidak mengetahui asal usul mitos tersebut namun mereka masih mempercayai bahwa jangan menuliskan nama seseorang menggunakan tinta warna merah karena itu artinya mengutuk seseorang itu untuk mati.

Aneh dan mengerikan juga ya!


You Might Also Like

0 Comments

Like us on Facebook